Archive for September, 2006

blues ngawur

Friday, September 29th, 2006

beberapa hari ini jadi inget lagu lama yang keren banged punya mas" unitomo (angkatan 90-an kayaknya) yang punya nama band ‘Jangan Asem Band’, liriknya kereeeeeeeeeeeeen banged judulnya ‘Blues Ngawur’ lirik lagunya gini….

seorang ibu bertanya pada anaknya
sebenarnya apa sih cita - cita mu nak
"jadi presiden mama"
ooh…ooh…imposible nak, gak mungkin

jika kamu besar dan kuliah nanti
hancurkan saja kau punya cita - cita
sebab universitas hanya mencetak roti sarjana
bukan mendidik disiplin kepala negara

jadi mata, jadi telinga, terserah
jadi babu, jadi gidal, terserah

aku bertanya pada temanku di rumah
kenapa karirnya cepat melambung tinggi
"koneksi, semua serba koneksi"
ooh…ooh…i don’t know, embuh gak roh

kita hidup di jaman yang agak asik ini
lanjutkan saja kau punya cita - cita
jangan pusing mikirin masalah negara
yakin saja budaya kita dah lumayan tinggi

aku gak mau jadi rolling stone
aku gak mau jadi metallica
aku gak mau jadi ge en er
aku gak mau jadi padi
aku gak mau jadi sheila (f*cking sheila)
aku gak mau jadi dewa
aku gak mau jadi lim biskit
aku gak mau jadi samson
aku gak mau jadi nidji
aku gak mau jadi radja (males)

aku mau jadi diriku
kamu harus jadi dirimu

mau mabok, aku mabok
mau nge f*ck, aku nge f*ck
mau misuh, aku misuh, janc*k

…..

kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen………..
lirik tersebut diatas telah di edit menurut perkembangan jaman oleh
pengetik (kalo penulis gak mungkin, aku masih lom mampu belu stylus dan
TFT-nya)

ternyata…

Wednesday, September 27th, 2006

katakanlah kebenaran walau itu menyakitkan (alah, kliatan banged kalo ngutip), ga ada yang patut disesali. toh aku idup aja dah ngeselin banged, iya khan….?
yang aku sesalin cuman atu, knapa aku dulu ntuh jujur banged yach, coba kalo aku tetep boong, pasti gak bakal ribet gini urusannya.
ya udah aku anggep aja ini jalan idup aku, tapi kok mengenaskan yach, berkali - kali kayak gini…
tomorrow is a brand new day, besok - besok aku minta maap buat semua yang ngrasa kenal aku, kalo ternyata aku dah brubah. suer, aku dah capek…capek sakit…capek salah…capek harus jadi orang kalah terus…
btw smalem liat the crow (lagi) jadi inget masa lalu, hell yeach………!, idup dari dendam. mungkin harus kayak gitu yang aku jalani, sebagai revenger (keren khaaaaaaan…..)

24092006

Sunday, September 24th, 2006

puasa hari pertama, tiduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur terus (hehehehe). setelah semaleman gak bisa merem, gundah - gulana hati gulisah (alah…). jadi dech tisur 10 jam (mbales ndendam nech critana).
buat semua yang masih kenal ama aku, sori bwangeeeeeeed yach. lagi kena penyakit baru neh sindrom GILA akuuuuuuuuuut (hasil survey dan pemeriksaan lhoh ini), jadi kalo ada salah2 yang pernah aku lakukan di waktu dulu. aku minta maap bwanged yach.
uhm..critana gini, ach gak usah lah biarin aja buat aku ndiri. nyang jelas katanya sech aku sekarang dah GILA, GILA, GILA, heheheheh……..
duch puasa - puasa malah gila, tatiaaaaaaaaaaaaaan banged yach. bud waddehel, mo gila ato mati sapa juga yang peduli, aku sech cuman iseng aja, ngrasa lama banged gak tereak - tereak di mari

sebelum lupa buat semua ajah (neh, lagi nyamar jadi orang arab / lagi kemarab neh)
allahumma barik lana fi rajab, sya’ban wabalighna romadhon..syahr fitri, syahr qur’an, wa syahr mubarok…minal aidzin wal faidzin…mohon maaf lahir dan bantin

intermezzo

Sunday, September 24th, 2006

suwer ini iseng bwanged, kalo ada tambahan kirim aja yach….

All out of love (Air Supply) : suka n cwinta banged
Goodbye (Air Supply) : pulangkan saja aku pada ibuku (album ‘gak krasan’)
Lost in love (Air Supply) : kesasar
Making love out of nothing at all (Air Supply) : ML Gratis
Grease (Bee Gees) : mengkilat euy
How deep is your love (Bee Gees) : punya’ kamu dalem banged yach (apanya…?)
I started a joke (Bee Gees) : maen tebakan yok ?
In the morning (Bee Gees) : subuh
Saturday night fever (Bee Gees) : walau sakit, jadwal apel harus tetep
Stayin’ alive (Bee Gees) : pandjang oemoer
Words (Bee Gees) : banyak omong lu !
Highway star (Deep Purple) : ngaspal jalan ampe ke bintang
Smoke on the water (Deep Purple) : airnya mendidih tuch
Soldier of fortune (Deep Purple) : prajurit yang bruntung (kayak soeharto nech)
Mama (Genesis) : emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak
Another day in paradise (Phill Collins) : besok aja di surga yach…?
All night long (Lionel Richie) : begadang
Still (Lionel Richie) : blon abis
Stuck on you (Lionel Richie) : kecanthol kamu
Truly (Lionel Richie) : nyang bener…?
Frozen (Madonna) : adem banged yach (album ‘kulkas’)
Like a virgin (Madonna) : katanya perawan (ternyata…. )
Don’t cry for me, Argentina (Madonna) : Sragen, aja nangis
Black white (Michael Jackson) : item putih (album ‘catur’)
Killing me softly (Roberta Flack) : dikithikin ampe mati
Release me (Engelbert Humperdinck) : lepasin dunk…
My way (Frank Sinatra) : terserah (album ‘duet ama slank’)
I don’t like to sleep alone (Paul Anka) : bobo yuuuuuuuuk
Fragile (Sting) : awas barang pecah belah
Hands clean (Alanis Morissette) : cuci tangan (album ‘abis boker’)
I still believe (Brenda K Star) : masih kok
Shy guy (Diana King) : tukang bikin malu
Wild woman (Michael Learns to Rock) : cewek blom dijinakin
Don’t speak (No Doubt) : lo ngomong, gua hajar
La copa de la via (Ricky Martin) : maen bola yuk ?
Something stupid (R William & Nicole Kidman) : Guoblok
Kiss me (Sixpence None The Richer) : cium dulu dunk
Viva forever (Spice Girls) : viva ajah (album ‘bedak murah’)
Uptown girl (Westlife) : anak orang kaya (album ‘cari mertua’)
Don’t stop me now (Queen) : ntar… (album ‘di suruh mandi’)
We will rock you (Queen) : lempar batu, sembunyi tangan (album ‘kerusuhan’)
Always (Bon Jovi) : tetep ajah
Bed of roses (Bon Jovi) : tidur di rumput
Alone (Heart) : sendirian (album ‘bertapa’)
The temple of the king (Rainbow) : candi mborobudur
Sailing (Rod Stewart) : prau layar (waljinah)
Jump (Van Halen) : jump put (album ‘kaget’)
Almost unreal (Roxette) : gak umum
Black magic woman (Santana) : mak Lampir
Smooth (Santana) : lantai basah (album ‘kepleset’)
Still loving you (Scorpion) : kutunggu jandamu
Forever young (Alphaville) : bodi umur 60 power setrum masih umur 20 (hehehe)
Woman in love (Barbra Streisand) : suminten edan (ludruk)
Mandy (Barry Manilow) : mandi
I’ve never been to me (Charlene) : blom pernah ama Tomi
Hard to say I’m sorry (Chicago) : gak pake maap
Zombie (Cranberries) : setaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan
Boulevard (Dan Byrd) : tempet mangkal nech…
Lady Valentine (David Gates) : putri solo
Emotion (Destiny’s Child) : esmosi
If we hold on together (Diana Ross) : di borgol polisi (khan tangannya gandeng)
It’s you (Dionne W & Stevie W) : ternyata kamu…
Hotel California (Eagles) : losmen ‘randjang berderit’
Big big world (Emilia) : bumi itu bulat dan gede
More than words (Extreme) : masih aja banyak omong
In your eyes (George Benson) : blon cuci muka neh
Careless whisper (George Michael) : nggosip
All I am (Heatwave) : semua aku
I don’t have the heart (James Ingram) : Rempela thok
Just once (James Ingram) : sekali aja
Beautiful girl (Jose Mari Chan) : ce_cakep
To all the girls I loved before (Julio Iglesias) : buat para jandaku (album ‘Rhoma Irama’)
Pretty boy (M2M) : banci
Smile again (Manhatan Transfer) : gila
Paint my love (Michael Learns to Rock) : nge-cat rumah mertua
I’ll be here waiting for you (Richard Marx) : tak tunggu di pengkolan depan
2 Become 1 (Spice Girls) : ilang satu
Babe (Styx) : mertuaku orang jakarte
Mermaid (Tatsuro Yamashita) : ikan cakep
Lea (Toto) : lia (anak pak andi)
Just the way you are (Billy Joel) : apa adanya ajah
Smoke gets in your eyes (jazz) : kecolok rokok
All blues (George Benson) : clana luntur
O Danny boy (tradisional Irlandia) : ternyata ananya Dani !
Summertime (jazz) : paceklik
Another clown (Leon) : ga ada badut yang laen aja
Fixing a Broken Heart (Indecent Obsession) : tukang servis
Crash! boom! bang (Roxette) : kecelakaan

maaf, bintang….

Saturday, September 16th, 2006

gelap tolong sampaikan pada bintang
kembalilah bersinar
karena pungguk ini telah tenggelam

gelap tolong sampaikan pada bintang
masa yang lewat tanpanya hampa
malam dan bulan hadir tanpa kesan
bahkan lembab tanah tak terasa

gelap tolong sampaikan pada bintang
jangan takut pada ku
aku tak mampu gapai
aku tetap pungguk
busuk, totol dan tak layak
hanya untuk mimpikan engkau saja aku kini takut

gelap tolong sampaikan pada bintang
mungkin aku tak akan pernah lagi
berani hadapkan wajah ini di hadapan engkau
aku kini berteman kelam
bukan siang, bukan malam
tak usah engkau ragu
aku telah hancur berserakan

gelap tolong sampaikan pada bintang
jadilah engkau bintang yang terus bersinar indah
walau keindahan itu tak mampu kulihat dan kurasakan

gelap tolong sampaikan pada bintang
karena aku tak mampu sampaikan sendiri

gelap tolong sampaikan pada bintang
aku telah mati
dalam sejuta kesedihan
dalam tumpukan kesalahan
dalam kubangan lumpur kenyataan
dalam pahitnya kehidupan
dalam rasa yang merajam

gelap tolong sampaikan pada bintang
tiada hari berakhir tanpa ketakutan
pada hantu bayangmu yang kadang hadir tanpa peringatan

gelap tolong sampaikan pada bintang
tak mampu lagi kulukis kata
darahku mengering
langit yang luas pada sempitnya hamparan tanah
semoga kematianku membahagiankan
semoga aku tak salah …

gelap tolong peluk dan dekap aku
dalam mu yang tak berbatas
tak bernoktah warna
hanya gelap
karena aku tetap pungguk
busuk, totol dan tak layak

gelap tolong sampaikan pada bintang
permintaan maaf ini…

cerita kepada sang cucu

Wednesday, September 13th, 2006

Menghembuskan alam pada sela hidung
Kenyataan hadir dalam mimpi
Kebekuan bibir rubah langkah
Kekakuan hati ganti kata-kata dengan bayang

Langit kelabu diselimuti mendung
Terpa ujung rambut yang menari
Satu-satu titik air mata cakrawala merasuk nafas
Cipta bunga es sejuk nan pedih

Alam merajuk pada tanah
“Mengapa Dewi Sri membungkuk begitu dalam?
Hanya karena Dewa Bayu berjalan-jalan
Mengapa Iris begitu dendam pada apa saja?
Sedang Anubis hanya diam tak berkutik”

Disela mimpi pandangan yang nyalang jumpai Thor tepekur
Palunya terluka tanpa darah, tanpa kisah

Baringkan tubuh tuk temui keindahan tak terbatas
Kisah-kisah bergantian datang tak ada yang pergi
Menumpuk, menggunung
Makin berat raga yang rebah pikul petir-petir Zeus
Sedang Semar sakit perut tak mampu kentut
Klampis Ireng t’lah musnah
Sampai Batara Narada menunduk

Pandangan bola mata masih kabur dihinggapi laron
Ketika pelan-pelan Batara Kala mengelus pipiku
Dan berbisik,
“Teruskan mimpimu, selagi sanggup
  jangan relakan jika diinterupsi
  hisap dalam-dalam asap kehidupanmu
  sampai kau lelah untuk bermimpi
  lalu temui kenyataan, ini bukan mimpi”

07092006

Wednesday, September 6th, 2006

"telah ku ikhlaskan rasa sakit ini
sebelum terjadi
ketika terjadi
dan sesudah terjadi"

tak terhingga rasa yang membuncah malam itu
seluruh getaran di dada melesat begitu saja
bagai anak panah liar pada sebuah busur gila

tersibak sudah sehelai harta yang lama terpendam
tak terbendung otak
jiwa tak kuasa menahan keinginan

setitik sinar telah terangi walau sekejap
dan egois hadir untuk miliki seutas senyum sendiri
tak terjawab…

malam itu seorang qais terlahir kembali
malam itu seorang qais kidungkan ode - odenya, sendiri
pada setitik cahaya
pada secercah embun
tak terjawab…

waktu hadir dengan kejam
manusia lahir lebih kejam
qais mampir sangat kejam
nyata tampar amat kejam

kini, waktu berlalu tanpa hirau
ada - tiada tanpa lirik
qais jauh, sendiri, sepi, tersungkur, terpuruk, terseok - seok
lantunan derit kerinduan dendangi malam
waktu berjalan, begitu saja
qais, hanya qais, mimpikan bidadari
yang pipinya merona jingga disapu senja
sendiri, tak terjawab…

malam qais tak lagi indah, tak lagi ada
pandang bintang dan bulan ditelan gelap
qais tersungkur pada tanah kelam
gila,…

kata - kata indah tak lagi terucap
bayang - bayang mesra tak lagi bertamu
rindu hanya itu yang nyata
pada setetes cahaya yang sejuki hati jiwa
lelehan mata air air mata batin penantian
tak terjawab…

gila,…
qais terlahir hanya untuk gila
akankah layla hadir
kembali beri regukan hidup
jalani mimpi lalu terjaga
namun masih hidup dengan mimpi
indah,…
tak terjawab…

sungguh mahal harga yang harus dibayar qais
dendang kerinduan berumur puluhan tahun
dan tetap hanya dendang
sendiri…
gila…
tak terjawab…

kutulis apa yang ingin kutulis
kuungkapkan apa yang ingin kuungkapka
tanpa mengurangi rasa hormatku
dengan amat sangat aku memohon maaf
aku hanya ingin belajar jujur dan apa adanya
aku hanya,…gila…karena terlalu ingin jadi manusia
sekali lagi aku mohon maaf dan ampunan…

"telah ku ikhlaskan rasa sakit ini
sebelum terjadi
ketika terjadi
dan sesudah terjadi" (em ha ainun najib)

05092006

Wednesday, September 6th, 2006

telah banyak waktu nikmati segala omong kosong
telah banyak jalan tergadai segala mimpi
tak semua nyata
tak semua rupa

kadang mimpi hadirkan kerinduan caci maki
kadang guyuran air hujan larutkan kenangan
beberapa masih mengerak
beberapa masih tinggal

wajah - wajah lelah
rindui kicau merdu pagi di antara pencakar langit
nikmati senja diantara dengus pengembara jalan raya
keinginan sering bersimpangan jalan
tanpa sadar telah terlewati begitu saja
takdir, cobaan atau cuman permainan
adakah rumus yang bisa pecahkan teka - teki itu

secangkir kopi dan berbatang - batang asap rokok
coba hadirkan rintihan kenangan sambil senyum
sakit atau indah semakin absurd
tak ada jawab hanya simpul bibir hiasi tanya
pilihan - pilihan selalu datang
butuh keputusan
hadir lalu pergi
begitu saja…
tinggalkan entah kisah bahagia, entah kisah derita
hanya ada kisah
hanya ada tumpukan tanya
dan senyum entah luka atau bahagia