07092006
"telah ku ikhlaskan rasa sakit ini
sebelum terjadi
ketika terjadi
dan sesudah terjadi"
tak terhingga rasa yang membuncah malam itu
seluruh getaran di dada melesat begitu saja
bagai anak panah liar pada sebuah busur gila
tersibak sudah sehelai harta yang lama terpendam
tak terbendung otak
jiwa tak kuasa menahan keinginan
setitik sinar telah terangi walau sekejap
dan egois hadir untuk miliki seutas senyum sendiri
tak terjawab…
malam itu seorang qais terlahir kembali
malam itu seorang qais kidungkan ode - odenya, sendiri
pada setitik cahaya
pada secercah embun
tak terjawab…
waktu hadir dengan kejam
manusia lahir lebih kejam
qais mampir sangat kejam
nyata tampar amat kejam
kini, waktu berlalu tanpa hirau
ada - tiada tanpa lirik
qais jauh, sendiri, sepi, tersungkur, terpuruk, terseok - seok
lantunan derit kerinduan dendangi malam
waktu berjalan, begitu saja
qais, hanya qais, mimpikan bidadari
yang pipinya merona jingga disapu senja
sendiri, tak terjawab…
malam qais tak lagi indah, tak lagi ada
pandang bintang dan bulan ditelan gelap
qais tersungkur pada tanah kelam
gila,…
kata - kata indah tak lagi terucap
bayang - bayang mesra tak lagi bertamu
rindu hanya itu yang nyata
pada setetes cahaya yang sejuki hati jiwa
lelehan mata air air mata batin penantian
tak terjawab…
gila,…
qais terlahir hanya untuk gila
akankah layla hadir
kembali beri regukan hidup
jalani mimpi lalu terjaga
namun masih hidup dengan mimpi
indah,…
tak terjawab…
sungguh mahal harga yang harus dibayar qais
dendang kerinduan berumur puluhan tahun
dan tetap hanya dendang
sendiri…
gila…
tak terjawab…
kutulis apa yang ingin kutulis
kuungkapkan apa yang ingin kuungkapka
tanpa mengurangi rasa hormatku
dengan amat sangat aku memohon maaf
aku hanya ingin belajar jujur dan apa adanya
aku hanya,…gila…karena terlalu ingin jadi manusia
sekali lagi aku mohon maaf dan ampunan…
"telah ku ikhlaskan rasa sakit ini
sebelum terjadi
ketika terjadi
dan sesudah terjadi" (em ha ainun najib)